Minggu, 28 Februari 2016

Laporan PLS



LAPORAN PERJALANAN PEMBELAJARAN LUAR SEKOLAH
(Etie Rahayu Ningsih-X MIA 3)


          Hari Selasa, 16 Februari 2016 Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Magelang atau yang biasa disebut SMADA mengadakan Pembelajaran Luar Sekolah (PLS). Kegiatan PLS tersebut diadakan di PT. Sri Rejeki Isman (PT. SRITEX),  Museum Sangiran, dan Pasar Grosir Solo (PGS). PLS merupakan kegiatan rutin SMAN 2 Magelang dan merupakan program yang wajib diikuti oleh siswa kelas X baik jurusan IPA atau IPS.
          Program PLS tahun 2016 ini diikuti oleh siswa kelas X dari kelas  X MIA 1 hingga kelas X IIS 3. Sebanyak 6 bus digunakan untuk melaksanakan program tersebut. Setiap bus tersiri dari siswa kelas X MIA 1 hingga X IIS 3. Pembagian bus tersebut berdasarkan kelompok penyusunan laporan. Akan tetapi, denah tempat duduk diatur oleh panitia PLS. Setiap bus ada 43 siswa dan 3 guru pendamping. Guru pendamping tersebut bertugas mendampingi siswa dan memberi arahan kepada siswa yang berada di dalam bus tersebut. Selain guru pendamping, di setiap bus ada seorang pemandu yang berasal dari biro perjalanan yang telah diberi kepercayaan untuk mengantarkan siswa program PLS yang diadakan sekolah.
            Sekitar pukul 06.30 WIB kami mulai memasuki bus dan diabsen terlebih dahulu oleh guru pendamping. Karena masih ada beberapa siswa yang terlambat kami harus menunggu lebih lama lagi. Bus yang datang terlambat ditambah lagi dengan beberapa siswa yang datang terlambat membuat kegiatan PLS tidak berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Didahului dengan doa bersama, bus mulai melaju pada pukul 07.15WIB. Jauh dari jadwal yang telah ditentukan.
Logo PT. SRITEX

          PT. Sri Rejeki Isman atau yang lebih dikenal dengan PT. SRITEX menjadi tujuan pertama kami. Sepanjang perjalanan menuju PT. SRITEX para siswa asyik dengan kesibukan mereka masing-masing. Ada yang kerjaannya makan terus, tidur, karaoke dengan HP masing-masing, ngobrol dengan teman di sampingnya, dan juga nonton film yang disetelkan oleh kru dari bus kami. Waktu yang diperlukan untuk sampai di PT. SRITEX kurang lebih 3 jam. Waktu dibutuhkan lebih lama karena ada beberapa faktor. Yang pertama hambatan di jalan seperti macet dan lalu lintas yang padat. Yang kedua, faktor dari siswa itu sendiri, yaitu setiap ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pasti ada saja yang mau buang air kecil. Bukan hanya sekali dua kali  tetapi lebih.
Ruang penjahitan

          Sekitar pukul 10.25 WIB rombongan kami tiba di PT. SRITEX. Jauh dari rencana awal yaitu pukul 09.30 sampai di PT. SRITEX. Karena keterlambatan yang cukup lama rombongan SMAN 2 Magelang tidak bisa masuk ke aula untuk mendapat arahan dari pihak PT. SRITEX. Selain itu, rombongan SMAN 2 Magelang sudah didahului oleh tamu VIP (Very Important Person) dari Jakarta. Akhirnya, rombongan siswa SMAN 2 Magelang hanya bisa masuk ke ruang penjahitan pakaian dan showroom tanpa melihat proses produksi dari awal hingga akhir seperti yang direncanakan. Bukan berbelanja, para siswa malah berfotoria dan selfie. Waktu  yang diberikan juga sangat terbatas.
 
Sampel kain seragam tentara beberapa negara
          PT. SRITEX mulai dirintis oleh H.M. Lukminto tahun 1966. Usahanya dimulai dengan berjualan batik di pasar klewer dengan modal Rp. 100.00,00 yang diberikan oleh ayahnya. Hingga akhirnya PT. SRITEX memiliki kurang lebih 25.000 karyawan dan kawasan pabrik seluas 5 hektare. PT. SRITEX terletak di Jl. KH Samanhudi 88 Jetis Sukoharjo, Solo.  PT. SRITEX memproduksi seragam tentara 40 negara di dunia. Termasuk juga North Atlantic Treaty Organization (NATO), Amerika Serikat, dan Indonesia. Bukan hanya pakaian tentara namun juga seragam beberapa perusahaan besar di Indonesia seperti PT. Free Port dan juga Korpri.

          Setelah melakukan kegiatan PLS di PT. SRITEX perjalanan dilanjutkan ke Museum Sangiran. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan menuju Museum Sangiran tidak terlalu lama. Museum yang beralamat di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen. 
       
Gerbang masuk Museum Sangiran
  
Sesampainya di Museum Purbakala Sangiran rombongan kami langsung masuk ke dalam museum dan didampingi oleh guide yang ada di Museum Sangiran. Guide menjelaskan satu demi satu temuan-temuan yang ada. Di Museum Purbakala Sangiran terdapat tiga ruang pamer (display room). Ruang pamer pertama "Kekayaan Sangiran/Wealth Of Sangiran". Ruang pamer kedua "Langkah-Langkah Kemanusiaan/Steps Of Humanity". Ruang pamer ketiga "Masa Keemasan Homo Erectus-500.000 tahun yang lalu/Golden Era Of Homo Erectus-500.00 Years Ago".
Display room 1

          Ruang pamer 1 adalah suatu ruang yang berisi koleksi-koleksi fosil manusia purba, sampai suatu gambaran tentang kehidupan manusia purba. Selain itu di Ruang pameran 1 ini terdapat gambar proses evolusi mahluk sel tunggal-manusia, evolusi manusia, fosil crocodillus sp, chelonia sp, hippopotammu sp, stegodon trigonochepalus, cervus hippelapus, bibospalaesondaicus, rhinocerus sondaicus, susbrachygnathus dobois, bola batu.
Display room 2

          Di ruang pameran yang ke-2 juga terdapat fosil-fosil purba, dan juga yang cukup menarik adalah perkembangan manusia dengan gambaran tengkorak-tengkorak manusia, antara lain  Australpithecus Africanus, Pithecantropus Modjokertoensis, Homo Erectus, Homo erectus/pithecantropus viii, Homo Soloensis, Homo Neaderthal Asia, Homo Neaderthal Eropa, Homo Sapiens , dan Homo Sapiens Sapien.
Display room 3
          Ruang Pamer 3, bertema tentang Homo Erectus dan berisi replika kehidupan spesies Homo erectus. Di sini kami dapat mempelajari kehidupan Homo Erectus pada jaman itu atau perbedaan Homo Erectus dan Homo Sapiens, tapi banyak siswa lebih tertarik dengan manusia terpendek pada saat itu,  yaitu Homo Floresiensis.
          Museum Purakala Sangiran memiliki beragam koleksi. Berikut ini adalah beberapa koleksi yang tersimpan di Museum Sangiran:
Replika Homo Eretus dan Homo Sapien

1. Fosil manusia, antara lain Australopithecus africanus (replika), Pithecanthropus mojokertensis (Pithecanthropus robustus) (replika), Homo soloensis (replika), Homo neanderthal Eropa (replika), Homo neanderthal Asia (replika), dan Homo sapiens.
2. Fosil binatang bertulang belakang, antara lain Elephas namadicus (gajah), Stegodon trigonocephalus (gajah), Mastodon sp (gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp (babi), Rhinoceros sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp (rusa dan domba).
3. Fosil binatang laut dan air tawar, antara lain Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Moluska (kelas Pelecypoda dan Gastropoda), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera.
4. Batuan, antara lain rijang, kalsedon, batu meteor, dan diatom.
5. Artefak batu, antara lain serpih dan bilah, serut dan gurdi, kapak persegi, bola batu dan kapak perimbas-penetak
          Setelah selesai melihat-lihat ketiga display room tersebut para siswa diberi waktu untuk mengamati pemandangan di luar museum dan berfoto sebelum akhirnya kembali ke bus. Bagi siswa muslim diperkenankan untuk salat dzuhur sekaligus ashar dengan menjamak qasar. Karena luas mushola yang terbatas, salat dibagi menjadi beberapa kloter. Siswa yang telah selesai salat langsung ganti baju memakai kaos yang telah diberikan.
Solo Square

          Tujuan kami yang terakhir adalah Pasar Grosir Solo (PGS). Waktu yang dibutuhkan untuk menuju PGS juga tidak terlalu lama. Namun sayang, karena hari sudah sore PGS sudah tutup. Akhirnya pemandu bus mengarahkan kami untuk menuju ke Solo Square. Solo Square terletak di Jl. Brigjend. Slamet Riyadi 451 – 455 Solo. Tempat ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan besar dan lengkap di Solo. Solo square terdiri dari 5 lantai dengan tenant-tenant penyewa yang sangat terkenal. 
 
Tampak dalam Solo Square
          Di Solo Square kami diberi waktu selama 2 jam atau hingga pukul 19.00 WIB. Mayoritas siswa memilih untuk ke toko buku Gramedia untuk sekedar melihat-lihat buku terbaru atau membelinya. Tak sedikit siswa yang kecewa karena tidak jadi ke PGS dan menyesal tidak berbelanja di showroom PT. SRITEX dengan harga yang jauh lebih murah. Karena waktu telah menunjukkan pukul 19.00, para siswa dan juga guru pendamping bergegas masuk ke dalam bus masing-masing. Kami harus berjalan dahulu sekitar 5 menit karena lokasi parkir bus yang cukup jauh dan hari telah gelap.
      
Makan malam di Rumah Makan Taman Sari
   
Selanjutnya kami dan rombongan menuju ke Rumah Makan Taman Sari untuk makan malam. Rumah Makan Taman Sari berlokasi di Jl. Adi Sucipto No.168, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Bukan hanya rombongan SMAN 2 Magelang yang makan malam di sana, ada juga rombongan dari sekolah lain. Oleh karena itu, para siswa harus cepat-cepat makan agar bisa bergantian dan langsung sholat isya'.
          Setelah semua siswa selesai makan kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan pulang ke Kampus SMAN 2 Magelang tercinta. Untuk mengusir bosan dan ngantuk pemandu bus memberikan beberapa soal sebagai kuis. Setiap siswa yang dapat menjawab dengan tepat diberi hadiah, mulai dari kaos, asesoris, dan tas laptop. Ada juga yang menghibur temannya dengan menyanyi. Tak jarang juga siswa yang kelelahan tidur tanpa sedikitpun terganggu dengan keributan yang ada di bus. Karena saking asyiknya, tak terasa kami sudah sampai di gang depan kampus SMAN 2 Magelang. Kami tiba kembali di kampus SMAN 2 Magelang sekitar pukul 22.30. Jauh dari jadwal yang telah ditentukan. Di sana sudah banyak wali murid yang menunggu anaknya untuk dijemput. Karena hari sudah larut malam tak sedikit juga siswa laki-laki yang tidur di masjid SMAN 2 Magelang. Termasuk saya, saya tidak langsung pulang ke rumah. Karena rumah saya cukup jauh dari sekolah dan jalan menuju rumah saya rawan terjadi kecelakaan dan kejahatan, orang tua saya meminta saya untuk menginap di tempat kos teman saya dan pulang ke rumah keesokan harinya.

6 komentar:

  1. Nampang ada biaya tersendiri lho kawan...

    BalasHapus
  2. busyetdahhh itu kan lagi gaya vampir ala-ala. Pardon my face

    BalasHapus
  3. Ini laporan yang paling lengkap dibandingkan yang lain. Ditambah lagi didukung dokumen yang menunjang. Sip! Hanya beberapa penulisan perlu diperhatikan, misalnya PT. (tidak perlu titik) --> PT, SRITEX --> Sritex, dsb.

    BalasHapus