LAPORAN PERJALANAN PEMBELAJARAN
LUAR SEKOLAH
(Etie Rahayu Ningsih-X MIA 3)
![]() |
Hari
Selasa, 16 Februari 2016 Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Magelang atau yang
biasa disebut SMADA mengadakan Pembelajaran Luar Sekolah (PLS). Kegiatan PLS
tersebut diadakan di PT. Sri Rejeki Isman (PT. SRITEX), Museum Sangiran, dan Pasar Grosir Solo (PGS).
PLS merupakan kegiatan rutin SMAN 2 Magelang dan merupakan program yang wajib
diikuti oleh siswa kelas X baik jurusan IPA atau IPS.
Program
PLS tahun 2016 ini diikuti oleh siswa kelas X dari kelas X MIA 1 hingga kelas X IIS 3. Sebanyak 6 bus
digunakan untuk melaksanakan program tersebut. Setiap bus tersiri dari siswa
kelas X MIA 1 hingga X IIS 3. Pembagian bus tersebut berdasarkan kelompok
penyusunan laporan. Akan tetapi, denah tempat duduk diatur oleh panitia PLS.
Setiap bus ada 43 siswa dan 3 guru pendamping. Guru pendamping tersebut
bertugas mendampingi siswa dan memberi arahan kepada siswa yang berada di dalam
bus tersebut. Selain guru pendamping, di setiap bus ada seorang pemandu yang
berasal dari biro perjalanan yang telah diberi kepercayaan untuk mengantarkan
siswa program PLS yang diadakan sekolah.
Sekitar
pukul 06.30 WIB kami mulai memasuki bus dan diabsen terlebih dahulu oleh guru
pendamping. Karena masih ada beberapa siswa yang terlambat kami harus menunggu
lebih lama lagi. Bus yang datang terlambat ditambah lagi dengan beberapa siswa
yang datang terlambat membuat kegiatan PLS tidak berjalan sesuai dengan apa
yang telah direncanakan. Didahului dengan doa bersama, bus mulai melaju pada
pukul 07.15WIB. Jauh dari jadwal yang telah ditentukan.
![]() |
| Logo PT. SRITEX |
PT.
Sri Rejeki Isman atau yang lebih dikenal dengan PT. SRITEX menjadi tujuan
pertama kami. Sepanjang perjalanan menuju PT. SRITEX para siswa asyik dengan
kesibukan mereka masing-masing. Ada yang kerjaannya makan terus, tidur, karaoke
dengan HP masing-masing, ngobrol dengan teman di sampingnya, dan juga nonton
film yang disetelkan oleh kru dari bus kami. Waktu yang diperlukan untuk sampai
di PT. SRITEX kurang lebih 3 jam. Waktu dibutuhkan lebih lama karena ada
beberapa faktor. Yang pertama hambatan di jalan seperti macet dan lalu lintas
yang padat. Yang kedua, faktor dari siswa itu sendiri, yaitu setiap ada Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pasti ada saja yang mau buang air kecil.
Bukan hanya sekali dua kali tetapi
lebih.
![]() |
| Ruang penjahitan |
Sekitar
pukul 10.25 WIB rombongan kami tiba di PT. SRITEX. Jauh dari rencana awal yaitu
pukul 09.30 sampai di PT. SRITEX. Karena keterlambatan yang cukup lama
rombongan SMAN 2 Magelang tidak bisa masuk ke aula untuk mendapat arahan dari
pihak PT. SRITEX. Selain itu, rombongan SMAN 2 Magelang sudah didahului oleh
tamu VIP (Very Important Person) dari
Jakarta. Akhirnya, rombongan siswa SMAN 2 Magelang hanya bisa masuk ke ruang
penjahitan pakaian dan showroom tanpa
melihat proses produksi dari awal hingga akhir seperti yang direncanakan. Bukan
berbelanja, para siswa malah berfotoria dan selfie.
Waktu yang diberikan juga sangat
terbatas.
PT. SRITEX
mulai dirintis oleh H.M. Lukminto tahun 1966. Usahanya dimulai dengan berjualan
batik di pasar klewer dengan modal Rp. 100.00,00 yang diberikan oleh ayahnya.
Hingga akhirnya PT. SRITEX memiliki kurang lebih 25.000 karyawan dan kawasan
pabrik seluas 5 hektare. PT. SRITEX terletak di Jl. KH Samanhudi 88 Jetis
Sukoharjo, Solo. PT. SRITEX memproduksi
seragam tentara 40 negara di dunia. Termasuk juga North Atlantic Treaty Organization (NATO), Amerika Serikat, dan
Indonesia. Bukan hanya pakaian tentara namun juga seragam beberapa perusahaan
besar di Indonesia seperti PT. Free Port dan juga Korpri.
Setelah
melakukan kegiatan PLS di PT. SRITEX perjalanan dilanjutkan ke Museum Sangiran.
Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan menuju Museum Sangiran tidak
terlalu lama. Museum yang beralamat di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu
Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km²
meliputi tiga kecamatan di Sragen.
![]() |
| Gerbang masuk Museum Sangiran |
![]() |
| Display room 1 |
Ruang
pamer 1 adalah suatu ruang yang berisi koleksi-koleksi fosil manusia purba,
sampai suatu gambaran tentang kehidupan manusia purba. Selain itu di Ruang
pameran 1 ini terdapat gambar proses evolusi mahluk sel tunggal-manusia,
evolusi manusia, fosil crocodillus sp, chelonia sp, hippopotammu sp, stegodon
trigonochepalus, cervus hippelapus, bibospalaesondaicus, rhinocerus sondaicus,
susbrachygnathus dobois, bola batu.
![]() |
| Display room 2 |
Di
ruang pameran yang ke-2 juga terdapat fosil-fosil purba, dan juga yang cukup
menarik adalah perkembangan manusia dengan gambaran tengkorak-tengkorak
manusia, antara lain Australpithecus
Africanus, Pithecantropus Modjokertoensis, Homo Erectus, Homo
erectus/pithecantropus viii, Homo Soloensis, Homo Neaderthal Asia, Homo
Neaderthal Eropa, Homo Sapiens , dan Homo Sapiens Sapien.
![]() |
| Display room 3 |
Ruang
Pamer 3, bertema tentang Homo Erectus dan berisi replika kehidupan spesies Homo
erectus. Di sini kami dapat mempelajari kehidupan Homo Erectus pada jaman itu
atau perbedaan Homo Erectus dan Homo Sapiens, tapi banyak siswa lebih tertarik
dengan manusia terpendek pada saat itu,
yaitu Homo Floresiensis.
Museum
Purakala Sangiran memiliki beragam koleksi. Berikut ini adalah beberapa koleksi
yang tersimpan di Museum Sangiran:
| Replika Homo Eretus dan Homo Sapien |
1. Fosil manusia, antara lain Australopithecus
africanus (replika), Pithecanthropus mojokertensis (Pithecanthropus robustus)
(replika), Homo soloensis (replika), Homo neanderthal Eropa (replika), Homo
neanderthal Asia (replika), dan Homo sapiens.
2. Fosil binatang bertulang belakang, antara lain
Elephas namadicus (gajah), Stegodon trigonocephalus (gajah), Mastodon sp
(gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp
(babi), Rhinoceros sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp
(rusa dan domba).
3. Fosil binatang laut dan air tawar, antara lain
Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda
nil), Moluska (kelas Pelecypoda dan Gastropoda), Chelonia sp (kura-kura), dan
foraminifera.
4. Batuan, antara lain rijang, kalsedon, batu
meteor, dan diatom.
5. Artefak batu, antara lain serpih dan bilah, serut
dan gurdi, kapak persegi, bola batu dan kapak perimbas-penetak
Setelah
selesai melihat-lihat ketiga display room
tersebut para siswa diberi waktu untuk mengamati pemandangan di luar museum dan
berfoto sebelum akhirnya kembali ke bus. Bagi siswa muslim diperkenankan untuk
salat dzuhur sekaligus ashar dengan menjamak qasar. Karena luas mushola yang
terbatas, salat dibagi menjadi beberapa kloter. Siswa yang telah selesai salat
langsung ganti baju memakai kaos yang telah diberikan.
![]() |
| Solo Square |
Tujuan
kami yang terakhir adalah Pasar Grosir Solo (PGS). Waktu yang dibutuhkan untuk
menuju PGS juga tidak terlalu lama. Namun sayang, karena hari sudah sore PGS
sudah tutup. Akhirnya pemandu bus mengarahkan kami untuk menuju ke Solo Square.
Solo Square terletak di Jl. Brigjend. Slamet Riyadi 451 – 455 Solo. Tempat ini
merupakan salah satu pusat perbelanjaan besar dan lengkap di Solo. Solo square
terdiri dari 5 lantai dengan tenant-tenant penyewa yang sangat terkenal.
Di
Solo Square kami diberi waktu selama 2 jam atau hingga pukul 19.00 WIB.
Mayoritas siswa memilih untuk ke toko buku Gramedia untuk sekedar melihat-lihat
buku terbaru atau membelinya. Tak sedikit siswa yang kecewa karena tidak jadi ke
PGS dan menyesal tidak berbelanja di showroom
PT. SRITEX dengan harga yang jauh lebih murah. Karena waktu telah menunjukkan
pukul 19.00, para siswa dan juga guru pendamping bergegas masuk ke dalam bus
masing-masing. Kami harus berjalan dahulu sekitar 5 menit karena lokasi parkir
bus yang cukup jauh dan hari telah gelap.
![]() |
| Makan malam di Rumah Makan Taman Sari |
Setelah
semua siswa selesai makan kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan pulang
ke Kampus SMAN 2 Magelang tercinta. Untuk mengusir bosan dan ngantuk pemandu
bus memberikan beberapa soal sebagai kuis. Setiap siswa yang dapat menjawab
dengan tepat diberi hadiah, mulai dari kaos, asesoris, dan tas laptop. Ada juga
yang menghibur temannya dengan menyanyi. Tak jarang juga siswa yang kelelahan
tidur tanpa sedikitpun terganggu dengan keributan yang ada di bus. Karena
saking asyiknya, tak terasa kami sudah sampai di gang depan kampus SMAN 2
Magelang. Kami tiba kembali di kampus SMAN 2 Magelang sekitar pukul 22.30. Jauh
dari jadwal yang telah ditentukan. Di sana sudah banyak wali murid yang
menunggu anaknya untuk dijemput. Karena hari sudah larut malam tak sedikit juga
siswa laki-laki yang tidur di masjid SMAN 2 Magelang. Termasuk saya, saya tidak
langsung pulang ke rumah. Karena rumah saya cukup jauh dari sekolah dan jalan
menuju rumah saya rawan terjadi kecelakaan dan kejahatan, orang tua saya
meminta saya untuk menginap di tempat kos teman saya dan pulang ke rumah
keesokan harinya.











