Kekurangan Sistem
Belajar Kebut Semalam
(Etie Rahayu
Ningsih-X MIA 3)
Sistem kebut semalam
(SKS) adalah suatu cara belajar yang paling banyak disukai oleh siswa sekolah dasar
(SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), maupun
mahasiswa. Cara belajar ini biasanya dilakukan oleh siswa yang kurang rajin
dalam belajar. SKS biasa dilakukan pada malam hari dimana keesokan harinya
adalah hari pelaksanaan tes. Sistem kebut semalam mempunyai banyak kekurangan. Kekurangan-kekurangan
tersebut antara lain sebagai berikut.
Pertama, sistem belajar
kebut semalam akan menurunkan daya tahan tubuh siswa yang melakukan SKS
tersebut. Hal itu karena sistem belajar kebut semalam akan membuat siswa tersebut
sakit karena kurang tidur dan istirahat. Jika hal itu terjadi maka keesokan
harinya siswa tersebut tidak dapat menjalani tes dengan baik bahkan tidak bisa
mengikuti tes karena sakit.
Kedua, penyerapan
materi yang dipelajari dalam sistem belajar kebut semalam kurang maksimal. Materi
tidak dapat diterima secara maksimal karena SKS akan membuat pelajar terburu-buru dalam
belajar, padahal belajar memerlukan ketenangan agar dapat berkonsentrasi.
Ketiga, belajar juga
harus disertai dengan berlatih, bukan hanya membaca. Jika materi yang
dipelajari merupakan hafalan hal tersebut tidak masalah, tapi apabila yang
dipelajari adalah hitung-hitungan dan rumus maka harus disertai dengan latihan.
Latihan mngerjakan soal-soal mampu meningkatkan pemahaman tentang materi yang
dipelajari.
Keempat, sesuatu yang
dipelajari dengan sistem kebut semalam akan lebih cepat hilang karena terlalu
banyak materi yang dipelajari tetapi siswa yang melakukan SKS tidak paham
dengan apa yang mereka pelajari karena waktu yang singkat.
Kekurangan sistem
belajar kebut semalam adalah menurunkan daya tahan tubuh, penyerapan materi
tidak maksimal, kurang berlatih soal-soal, dan ilmu yang dipelajari akan cepat
hilang. Sistem belajar kebut semalam adalah cara belajar yang kurang efektif
meskipun sekali belajar bisa langsung mempelajari banyak hal.