ORRO CREW
(Etie Rahayu Ningsih-X MIA 3)
X MIA 3 merupakan salah satu kelas yang ada di Sekolah
Menengah Atas Negeri 2 Magelang. Di dalam kelas ini terdapat 29 siswa yang
terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Siswa di kelas ini
sering menyebut dirinya orro crew. Orro crew berasal dari kata orro yang tak sengaja terucap oleh
seorang siswa dan kata tersebut menjadi kata favorit di kelas X MIA 3. Siswa kelas X MIA 3
sangat beragam. Keberagaman tersebut dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu
usia, hobi, keanggotaan organisasi, keikutserataan ekstra kurikuler, cita-cita,
dan tempat tinggal. Semua siswa di kelas X MIA 3 beragama Islam.
Usia siswa kelas X MIA 3 cenderung sama.
Sebagian besar siswa di kelas ini berusia 15 tahun. Ada beberapa siswa yang
berumur 14 tahun dan ada juga yang berumur 16 tahun.
Terdapat keberagam hobi yang dimiliki
oleh siswa X MIA 3. Keberagaman tersebut antara lain membaca, memasak, nonton
TV, sepak bola, berenang, dan bola voli. Dari 7 siswa laki-laki, mereka
cenderung memiliki hobi dalam bidang olahraga. Sedangkan 22 siswa perempuan
cenderung memiliki hobi dalam bidang seni. Hal itu dikarenakan seni dapat
merubah suasana hati mereka dan sejenak melepas penat menghadapi
permasalahan-permasalahan dalam belajar.
Di SMAN 2 Magelang terdapat beberapa
organisasi, yaitu OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), MPK (Majelis
Perwakilan Kelas), Bantara, dan PGR. Siswa X MIA 3 yang menjadi pengurus OSIS
ada 3 anak, yaitu M. Ikhlasul Amal, Nurul Indazah, dan Purbo Listyo Pambudi.
Dalam organisasi MPK ada 4 siswa X MIA 3 yang menjadi pengurus MPK, yaitu
Anggita Arliandari, Etie Rahayu Ningsih, Firmanda Kusuma Devi, dan Shinta
Maulida Susanti. Bantara adalah suatu organisasi kepramukaan yang ada di SMAN 2
Magelang. Siswa X MIA 3 yang tergabung dalam organisasi ini adalah M. Nur
Akrom, Novi Lili Utami, Suwantirah, Vera Anggraeni Dwi Nugrahanti, dan Wisnu
Hasan. PGR (Penerus Generasi Rabbani) adalah organisasi yang lebih dikenal
dengan sebutan rohis. Siswa X MIA 3 yang masuk dalam organisasi ini adalah
Fitri Lafifa, M. Nur Akrom, dan Novia Amarr Miswa Paramesthi.
SMAN 2 Magelang memiliki berbagai macam
kegiatan pengembangan diri atau ekstra kurikuler. Ekstra kurikuler tersebut
terbagi dalam beberapa bidang, yaitu seni, olahraga, dan ilmu pengetahuan. Yang
termasuk dalam ekstra kurikuler bidang olahraga adalah voli, sepak bola,
basket, dan renang. Terdapat 5 siswa X MIA 3 yang masuk dalam ekstra kurikuler
olahraga, salah satunya adalah M. Wahyu Ega Saputra. Dalam bidang seni terdapat
ekstra kurikuler membatik, teater, paduan suara, dan photograpy. Siswa X MIA 3
yang ikut dalam ekstra kurikuler seni ada 5 anak, antara lain Puput Indah
Dwijayanti dan Etie Rahayu Ningsih yang ikut ekstra membatik. Dalam bidang
pengembangan ilmu pengetahuan terdapat ekstra kurikuler KIR (Karya Ilmiah
Remaja) dan English Debate Convertation. Ekstra
kurikuler ini kurang diminati oleh siswa X MIA 3, dan hanya ada satu siswa yang
ikut dalam ekstra kurikuler English
Debate Convertation. Di SMAN 2 Magelang juga terdapat PMR (Palang Merah
Remaja). Ekstra kurikuler ini adalah ekstra kurikuler yang paling diminati oleh
siswa putri kelas X MIA 3. Ada 8 siswa yang ikut ekstra kurikuler ini
diantaranya adalah Putri Rofaida A.M., Widya Agustina Fajriati, Farida Ariani,
Dhea Safitri, dan Rachma Kusuma Dewi. Yang terakhir adalah ekstra kurikuler
yang paling eksis di SMAN 2 Magelang yaitu BARA SMADA (Barisan Remaja SMAN 2).
Ekstra kurikuler ini adalah suatu ekstra kurikuler dimana setiap anggotanya dilatih
untuk memiliki jiwa yang tertib, disiplin, taat peraturan, kuat, dan
bertanggung jawab. Fitri Lafifa, Indah Budi Syarifa, dan M. Nur Akrom adalah
siswa X MIA 3 yang ikut dalam ekstra kurikuler ini.
Cita-cita yang dimiliki oleh siswa X MIA
3 sangat beragam. Ada yang bercita-cita sebagai dokter, guru, pengusaha, dan
lain-lain. Mayoritas cita-cita siswa X MIA 3 adalah sebagai dokter, sama dengan
cita-cita yang dimiliki oleh anak IPA pada umumnya.
Sebagian besar siswa X MIA 3 berdomisili
di Kabupaten Magelang. Kebanyakan siswa X MIA 3 berasal dari Kecamatan
Tegalrejo, Candimulyo, dan Grabag.
Ya, terima kasih
BalasHapusSama-sama,Pak.
BalasHapus